Sebuah inspirasi yang luar biasa saya dapatkan ketika hari ahad pekan ke 2 bulan november 2009, saya mengikuti tatsqif di masjid abu bakar ash shidiq, solo. Dalam kesempatan itu, materi yang disampaikan adalah Tafsir Juz ‘amma, yang dibawakan oleh Ustad Hatta Syamsuddin, Lc.
Menyampaikan tentang surah an-naba’ ayat 1 – 16. surah an-naba’ Surat An Naba´ terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Ma´aarij. Dinamai An Naba´ (berita besar) diambil dari perkataan An Naba´ yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini.
Pokok-pokok isinya: Pengingkaran orang-orang musyrik terhadap adanya hari berbangkit dan ancaman Allah terhadap sikap mereka itu;kekuasaan-kekuasaan Allah yang terlihat dalam alam sebagai bukti adanya hari berbangkit; peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari berbangkit; azab yang diterima orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah serta kebahagiaan yang diterima orang-orang mukmin di hari kiamat; penyesalan orang kafir di hari kiamat.
Pokok-pokok isinya: Pengingkaran orang-orang musyrik terhadap adanya hari berbangkit dan ancaman Allah terhadap sikap mereka itu;kekuasaan-kekuasaan Allah yang terlihat dalam alam sebagai bukti adanya hari berbangkit; peristiwa-peristiwa yang terjadi pada hari berbangkit; azab yang diterima orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah serta kebahagiaan yang diterima orang-orang mukmin di hari kiamat; penyesalan orang kafir di hari kiamat.
Surah An-naba’ juga memberika sebuah pembelajaran, Allah Allah ingin mengajarkan bahwa kita harus mensyukuri setiap nikmat-nikmatNya. Ternyata kenikmatan itu tidak selalu yang terlihat “wah”. Coba dibuka mush’afnya
Ayat ke 6-7: alam naj’alil ardho mihaadaan wal jibaalu au taan ( bukankah KAMI telah menjaikan bumi sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak. Subhanallah, sebuah hal yang sederhana sekali, ternyata kita sering lupa mensyukurinya. Saya tinggal di kota solo sebuah wilayah dataran rendah, bumi yang datar itu juga nikmat, gimana coba kalo tida ada daran rendah? semuanya dataran tinggi bergunung?? Atau malah tidak ada gunung semuanya datar sama sekali ? disinilah nikmatnya.
Ayat ke 8 Wa kholaqnakum azwajaan ( dan KAMI ciptakan berpasang-pasangan), nikmat Allah lagi, Allah menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan. Dalam surah al-lail ayat 3 : wa ma kholaqod dzakaro wal unstaa ( dan demi penciptaan Laki-laki dan perempuan ). Al isra’ ayat ke 12 : Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.
Ayat ke 9, Wa jal’ana naumakum tsubataa ( Dan kami jadikan tidurmu sebagai istirahat ). Tidur yah tidur mungkin hal yang sangat biasa bagi kita tapi coba bayangkan bila 1 minggu kita tidak bisa tidur, jangankan seminggu bergadang 1 semalam saja badan terasa lunglai dan tidak ada semangat untuk bekerja. Saya memeliki kawan seorang terapis hipnosis, yang sering menangani klien dengan gangguan sulit tidur. Anda tau berapa yang harus mereka bayarkan hanya untuk bisa tidur dengan nyenyak ?? subhanallah 1 nikmat lagi yang harus kita syukuri…
Ayat ke 10 : waj’alna lailatul libasaan ( dan KAMI jadikan malam sebagai pakaian). Pakaian disini karena malam itu gelap menutupi bumi seperti pakaian yang menutupi tubuh. Ayat ke 11 : waj’alnan nahaaru m’asyaa ( dan KAMI jadikan siang sebagai untuk mencari penghidupan ). Coba dibayangkan, kalo Tidak ada malam ?? pastilah akan banyak orang-orang yang kena stress berat karena tuntuntan pekerjaan, maka malam diptakan untuk orang supaya bisa beristirahat dengan dengan tenang dan kembali bekerja di keesokan harinya.
Wallahu alam bishawab

0 Beri komentar:
Posting Komentar