Melangkah Lebih Hebat
Oleh: Abdhe Nafs Naqi
Bermimpi menjadi yang hebat adalah hakekat cita-cita hati yang senantisa menghiasi setiap pribadi insan. Bahkan segala upaya untuk wujudkan hal itu akan diusahakan dengan sagala macam cara. Menjadi hebat artinya adalah menjadi sumber positif dalam banyak hal untuk orang lain.
Allah memberikan peluang bagi siapa saja yang berkehendak dan berupaya untuk menjadikan dirinya sebagai insan hebat. Memberikan garis dan peta menuju hal hebat yang mereka idamkan. Dalam hal ini mari kita mengambil beberapa inspirasi dari ayat Qur'an surat Al 'Ankabut ayat 69.
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
-٦٩-
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan Tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”
Minimal ada 4 strategi untuk menuju pribadi yang hebat…
Pertama; At-Tajammu', yang harus dilakukan menuju pribadi hebat adalah menyusun potensi internal untuk digabungkan dengan potensi eksternal. Setiap insan terlahir dengan banyak potensi internal sebagai modal dasar untuk menjadi pribadi hebat. Potensi internal ini seyogyanya digabungkan dan diafiliasasikan dengan potensi eksternal yang dimiliki orang lain. Niscaya hal ini akan melahirkan pribadi yang sama-sama hebat.
Kedua; Quwwatut Taharriy, hal berikutnya adalah mengkondisikan pribadi dan seluruh organ tubuh untuk melakukan kerja keras dan upaya yang optimal. Tidak mungkin berfinish pada kondisi hebat ketika upaya kurang optimal. Tidak juga bersandar pada ungkapan "Allah tidak membebani hambanya diluar kemampuannya"..yang saya maksudkan dengan kerja keras dan upaya optimal bekerja dengan tidak membatasi diri berhenti pada beberapa potensi. Manusia adalah makhluq yang didesaign spesial oleh Allah untuk menjadi sempurna dan hebat. So ketika kita membatai upaya dan kerja keras dengan mencukupkan pada potensi tertentu itu artinya kita akan meraih apa yang kita upayakan.
Ketiga; Quwwatul Azzam, insan akan menjadi pribadi yang hebat ketika memiliki modal obsesi yang mengepul beterbangan tanpa batas diangkasa, membara bagai kobaran api yang melahap tak bersisa beribu-ribu rumah warga.kekuatan obsesi inilah yang bisa menjaga dua hal diatas. Bila obsesi melemah lesu, maka upaya dan fisik pun menjadi lemah. Maka kita harus pandai merawat dan memilihari obsesi kita dengan lebih teratur melebihi kita merawat fisik kita.
Keempat; Tanawwu'ul Subul, berkaca dari sebuah makanan yang bernama ketela, bagi masyarakat modern buah ini dianggap tidak memiliki daya tarik untuk konsumsi. Akan tetapi, kerana performance ketela yang sudah dimodivikasi dengan ketela keju, barbaque, manis, pedas, dll...akhirnya semua yang lewat menjadi tergopoh-gopoh berebutan antri untuk menikmati ketela yang dulu dihinakan...itulah yang seharusnya kita lakukan...ketika kebosanan mulai memadati otak,,kita harus segera dan cekatan dengan memodivikasi bentuk-bentuk upaya tersebut....
Semoga bisa menjadi inspirasi untuk hal hebat yang tidak pernah kita bayangkan. Allah bersama mereka yang bersungguh-sungguh.

0 Beri komentar:
Posting Komentar