Oleh : Amy ( Sekretaris Divisi Public Dedication LPR PIONER kartasura)
Raport Ramadhan??? Apa hubungannya? Mau tahu ?so, baca smart news kali ni…..Oce….
Raport tidak hanya hanya kita peroleh saat sobat habis menempuh test semester saja , Ramadhan juga bisa memberi raport dan memberi gelar sang juara. Tapi pantaskah kita menyandangnya??
FESTIVAL RAMADHAN
Sobat smart, bagaimana Ramadhan kamu tahun ini ? Telahkah menggoreskan sejuta makna? Telahkah menjadikan kamu menjadi manusia “ Baru”? Ataukah ada yang beda? Ah, Kakak takut juga ,fajar Idul Fitri kalau hanya dihadapi dengan akhlak yang begitu – begitu saja, ibadah yang tadinya “ kenceng” kembali mengendur setelah ramadhan berlalu, seperti halnya televisi yang memutar tayangan penuh nurani namun kembali seperti semula saat ramadhan berlalu.Sayang sekali kan…??
Padahal bulan Ramadhan adalah moment kasih sayang Allah kepada hamba- Nya.Betapa tidak, banyak pahala berlipat ,rahmat dan ampunan Allah sampai janji surga ( bukan janji- janji surga lho…)Tak berlebihan jika Ramadhan adalah bulan Festival.Gemerlap dan penuh dengan tawaran menarik .Namun festival itu telah berlalu,Syawal telah di depan mata….
GANTI “KOSTUM” DI HARI RAYA
Kalau biasanya lebaran adalah saat berbaju baru( masih lengket kan tradisi ini?), begitu juga saat ini kita juga berganti kostum, yang dulunya pakai topeng, maka ditanggalkan, lho? Nggak, maksud kakak , sudah saatnya kita berganti kostum , segala hal yang melekat pada diri kita baik akhlak , pemikiran, ibadah,dsb yang kurang atau tidak baik kita ganti dengan yang baik.Bukankah hakikat shoum/puasa menjadikan kita menjadi insan yang bertaqwa?(QS. Al Baqarah :183)Artinya hasil shoum terlihat setelah ramadhan, terlihat sebelas bulan kemudian yang akan kita jalani.
Lantas apa saja sih yang mestinya terlihat dari hasil kita berpuasa???
FISIK
Kurus ??Itu sih kalau niat puasanya diet, mungkin dapat kurusnya :( Tapi ,…rugi dong kalau Cuma dapat kurus? Memangnya mau jadi peragawan or peragawati? Lantas apa?
Begini ,sobat Smart, sudah terbukti kalau puasa membawa hikmah kesehatan yang luar biasa bagi pelakunya. Ada banyak penelitiaan yang mengenai puasa .Antara lain ,puasa dapat membebaskan tubuh dari racun,kotoran, dan ampas karena alat pencernaan diistirahatkan setelah digunakan bekerja selama 11 bulan secara terus menerus. Dengan puasa ,suplai makanan yang masuk ke dalam tubuh dibatasi,berarti penumpukan racun,kotoran,dan sampah dibatasi. Cadangan energi yang tersimpan dalam tubuh juga dikeluarkan ketika berpuasa sehingga melegakan pernapasan organ – organ tubuh dan sel penyimpanannya, so terjadilah peremajaan sel dan kulit pun menjadi segar.Nah, wajar saja donk setelah ramadhan , mestinya:
• Semangat menghadapi hari – hari dengan tubuh yang sehat ,kuat,dan fit…deh:) Siap menghadapi tugas –tugas pribadi maupun social, kan tubuh dah sehat dan bersih, so don’t be lazy.
• Tidak lagi menjadi hamba buthun alias mikirin perut terus, lapa dikit mengeluh.Makanan yang masuk lebih diperhatikan , puasa membentuk kita menjadi manusia yang pandai membedakan baik dan buruk,halal dan haram.
NON FISIK
Puasa juga dapat meningkatkan fungsi susunan saraf yang berpengaruh pada kejiwaan seseorang.Ketika kita mengawali puasa dengan niat Lillahi ta’ala ,maka usunan saraf berada pada kondii tenang dan rileks.Penyakit emosional seperti riya, dendam, takabur, dengki ,dsb ( mestinya) bisa di redam dengan puasa.
Itu dari segi kejiwaan, sobat smart .Dari segi ibadah, training selama bulan Ramadhan (harus) dipertahankan atau bahkan ditingkatkan ba’da Ramadhan.Ayoo….Semangat!!!
Nah, gimana biar aktifitas ibadah ramadhan tidak anjlok bahkan freefall? TEKAD memang harus kuat.selain itu coba progam yaum( harian) yang terkontrol.Formatnya bisa buat sendiri atau sekarang ‘kan sudah banyak buku untuk mencatat amalan yaumi( buku muhasabah).So, beli donk!
Kalau dari segi Akhlak?Hmm…inilah sebenarnya sasaran utama ibadah puasa.Bahkan dalam islam ,unsure moral memegang peranan penting sehingga Rosulullah saw menjadikan perbaikan akhlak sebagai sasaran kerasulannya.So, ramadhan ini adalah moment yang pas banget untuk memperbaiki moral alias akhlak kita.Yang biasnya pemarah jadi lebih slow, yang centil jadi lebih kalem,yang suka nyotek tinggalin kebiasaan jelek itu.yang belum menutup aurat, ya di tutup auratnya, jangan dilihatkan orang lain terus.yang punya pacar diputusin. Nah lho?Iya ,kan yang halal saja harus ditahan,apalagi yang haram.Ya nggak ,sobat smart?
MENJADI INSAN RABBANI BUKAN RAMADHANI
Bulan Ramadhan adalah bulan training, madrasah penggemblengan diri.Rugi banget kalau keluar dari madrasah ini Cuma nasakom alias nilai satu koma.jadi juara donk, kalau minjam istilah anak kampus lulus dengan cumlaude githu….
Menurut ustadz,Dr.Yusuf Qardhawi, jangan jadi insan Ramadhani, yang hanya banyak beribadah pada bulan ramadhan doang.Shalat malam, tilawah Quran, banyak dzikir,dll hanya di bulan ramadhan.Tapi jadilah insan Rabbani.kapanpun,dimanapun,selalu, selamanya.menjadi insan yang berjalan di atas rel Allah swt, selalu mengikuti petunjuk –Nya itulah insan Rabbani.
OH ya jangan lupa berdoa semoga Allah mempertemukan kembali dengan bulan Ramadhan tahun depan.Siapa yang menjamin kita masih bisa bertemu dengan Ramadhan lagi!
Wallahua’lambishowab.;)
@mix
Maroji ; berbagai sumber
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
ya, memang begitulah kondisi umat Islam sekarang ini... Tapi, kita tidak boleh terlena seperti itu, harus tetap SEMANGAT....!!!Kita harus mengadakan perubahan, karena jika tidak ada yang memulai,lantas, kapan berubahnya???
BalasHapus